0 Comments

Tidak semua benjolan di payudara itu berarti kanker. Ada pula beberapa benjolan yang cenderung tidak berbahaya dan berstatus tumor jinak. Pada awalnya memang bikin resah karena Anda memikirkan hal-hal yang buruk. Padahal kalau tenang, solusi atas benjolan tersebut bisa dengan mudah ditemukan. Berikut 5 jenis benjolan yang bukan kanker.

  1. Fibrosis

Benjolan yang ditengarai sebagai kelainan fibrosis ini memiliki ciri khas bila tersentuh akan terasa kenyal, keras, serta padat. Jaringannya mirip dengan jaringan luka, tapi tidak akan menyebabkan kanker payudara. Belum diketahui apa saja penyebab terjadinya kelainan ini karena sejumlah penelitian mendapati kesimpulan yang beragam dan saling berhubungan.

  1. Fibroadenoma

Sama seperti kelainan fibrosis, jenis benjolan ini juga tidak akan berkembang menjadi kanker. Umumnya, kelainan ini dialami oleh perempuan yang berusia antara 20 tahun sampai dengan 30 tahun. Adapun rasnya yang paling sering mengalaminya itu dari ras Afrika-Amerika. Kelainan ini memerlukan waktu lama untuk berkembang dan diketahui gejalanya.

Dalam beberapa kasus, bukan tidak mungkin ukurannya akan menjadi sangat besar atau yang sering disebut dengan giant fibroadenoma. Kelainan ini bisa disebut juga dengan tumor jinak. Ciri khas yang tampak antara lain mudah berpindah-pindah tempat serta bisa digerakkan. Ketika ditekan, benjolan di payudara ini akan terasa padat serta kenyal.

  1. Intraductal Papilloma

Meskipun statusnya sebagai tumor jinak, tapi masuk dalam kategori bukan kanker. Umumnya, jenis benjolan ini yang paling besar ada di dekat puting. Kadang benjolannya tidak hanya satu, melainkan tersebar dengan ukuran yang kecil-kecil. Umumnya, ukuran benjolan ini berkisar antara 1-2 cm. Kadang bisa lebih besar, kadang bisa pula lebih kecil.

Perempuan yang mengalaminya terentang di usia 35 tahun sampai dengan 55 tahun. Pertumbuhan intraductal papilloma dikarenakan terbentuknya sel fibrous, kelenjar, serta pembuluh darah. Namun, apabila terjadi multiple papillomas atau tumor yang tersebar di payudara itu berpotensi terkena kanker di kemudian hari, meskipun persentasenya kecil.

  1. Kista

Keberadaan kista atau jenis benjolan non-kanker ini baru diketahui setelah ukurannya mencapai 2,5 cm sampai dengan 5 cm. Biasanya cenderung membesar ketika Anda mengalami menstruasi. Bentuknya secara umum bisa bulat ataupun lonjong. Ketika disentuh, mudah digerakkan maupun berpindah-pindah.

  1. Kelainan Fibrokistik

Meskipun sifatnya non-kanker, tetapi kalau gejala benjolan terjadi pada periode menstruasi, kemungkinan bisa memburuk. Kelainan fibrokistik ini bisa jadi muncul lebih dari satu. Kadang-kadang pula di bagian puting akan sedikit mengeluarkan cairan berwarna keruh. Umumnya, kelainan ini terjadi pada saat perempuan berada di usia produktif.

Ada ciri umum untuk membedakan antara kanker dengan benjolan di payudara yang bukan kanker. Benjolan yang cenderung aman ini memiliki pertumbuhan yang lambat. Kadang terasa sakit, kadang tidak sama sekali. Bentuknya rata-rata oval atau bulat menyerupai kelereng. Tapi kalau Anda khawatir terjadi apa-apa, silakan konsultasikan ke dokter ahli.