Tips Cerdas Atur Rencana Pernikahan 
0 Comments

Merencanakan pernikahan tidak sulit seperti yang dibayangkan kok. Ada beberapa hal yang harus dibicarakan atau disepakati oleh kedua calon mempelai terutama jika kaitannya dengan biaya pernikahan. Apalagi jika kedua mempelai memanfaatkan pinjaman uang sebagai modal.

Pengaturan bujet pernikahan sangat penting dilakukan agar semuanya seimbang. Misalnya, jumlah makanan yang dipesan sesuai dengan jumlah undangan yang datang. Prinsipnya, dana yang ada dapat dimaksimalkan untuk semua kebutuhan pernikahan.

Berikut ini adalah beberapa tips cerdas merencanakan pernikahan.

  1. Hitung Berapa Jumlah Undangan

Salah satu hal yang paling mendasar dari sebuah pernikahan adalah jumlah tamu undangan. Meskipun saat ini tren mengundang keluarga terdekat saja mulai banyak diadopsi pasangan di Indonesia. Akan tetapi budaya seperti ini juga harus dibicarakan dengan keluarga kedua belah pihak.

Ada kalanya dalam budaya tertentu, orang tua akan mengundang teman-teman kantor, tetangga demi mengharapkan “pengembalian” amplop undangan. Suka tidak suka, budaya seperti itu tetap ada di Indonesia.

Oleh karena itu, keputusan mengundang keluarga terdekat saja misalnya di bawah 50 orang memang akan menekan biaya pernikahan. Tetapi, jangan sampai mengorbankan keinginan dan kepentingan orang tua yang sudah berharap banyak sebelumnya.

  1. Cari Tempat yang Menampung Jumlah Undangan

Salah satu biaya yang paling besar adalah penyewaan tempat. Itulah alasan beberapa keluarga menggelarnya di rumah dengan risiko harus merapikan dan membereskan rumah pasca resepsi pernikahan.

Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing antara menggelar pernikahan di gedung atau di rumah. Apalagi saat ini cukup tren juga menggelar pernikahan secara outdoor di area kolam renang hotel atau taman belakang kafe yang memiliki tempat luas.

Soal tempat menjadi penting karena bukan hanya harus menampung jumlah undangan, tetapi yang perlu dipertimbangkan juga adalah akses transportasi dan tempat parkir yang memadai sesuai dengan jumlah undangan.

  1. Pilih Tanggal yang Sesuai

Dalam dunia traveling dikenal dengan blackout date. Nah, begitu juga dalam menentukan tanggal pernikahan. Pastikan bahwa tanggal pernikahan kamu sudah pas dengan kebiasaan lokal, jadwal penyewaan gedung, hingga vendor-vendor pernikahan yang membantu penyelenggaraan.

Hindari memilih tanggal yang cantik jika ingin menghemat dana. Tanggal-tanggal cantik biasanya menjadi rebutan. Secara otomatis karena terjadi peningkatan kebutuhan akan berakibat pada tingginya harga yang ditawarkan.

  1. Bayar Vendor Setengah di Muka

Jika sudah mengenal reputasi vendor yang dipilih, kamu bisa membayarkan seluruh harga kontrak. Namun, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, lebih baik membayarkan DP atau setengah harga dari nilai kontrak keseluruhan.

Banyak cerita pahit yang uangnya dibawa kabur oleh oknum vendor pernikahan karena lemahnya konsumen. Jika diperlukan, buatlah perjanjian hitam di atas putih agar legalitasnya lebih kuat saat terjadi masalah atau perselisihan di kemudian hari.

  1. Manfaatkan Pinjaman Uang dengan Bijaksana

Mengatur pernikahan memang paling kompleks, terutama ketika mengatur alokasi dana yang dibutuhkan. Kadang-kadang, ada saja yang terlewat sehingga memerlukan dana tambahan.

Dalam kondisi demikian, sah-sah saja jika kamu mengandalkan pinjaman uang. Asalkan disesuaikan dengan kemampuan finansial ya.

Bagaimana caranya dan berapa idealnya pinjaman uang yang bisa diajukan?

Idealnya pinjaman tidak boleh melebihi 30 persen dari pendapatan bulanan. Nah, soal pinjaman pernikahan ini harus disepakati dulu, apakah ditanggung oleh calon mempelai pria saja atau ditanggung bersama. Jika ditanggung bersama artinya bisa menggabungkan pendapatan.

Contohnya jika pendapatan digabungkan sebesar Rp25 juta per bulan, artinya kamu bisa mengambil utang dengan cicilan maksimal Rp5 juta per bulan.

Itu artinya sudah cukup aman jika mengambil pinjaman lewat Kredivo yang memberikan kredit limit hingga Rp30 juta. Cicilannya bisa dibayarkan dalam waktu maksimal 6 bulan. Lebih singkat bukan?

Daftar saja dulu lewat aplikasi Kredivo yang  dapat diunduh di Google Play Store maupun App Store. Syarat utama yang harus kamu penuhi, yaitu:

  1. WNI berusia antara 18 sampai 60 tahun.
  2. Berdomisili di Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Semarang, Palembang, Medan, Bali, Yogyakarta, Solo, Makassar, Malang, Sukabumi, Cirebon.
  3. Berpenghasilan minimal Rp 3.000.000 per bulan.

Ada dua pinjaman yang ditawarkan Kredivo, yaitu pinjaman jumbo dan pinjaman mini. Untuk kebutuhan kecil bisa memanfaatkan pinjaman mini mulai dari Rp500 ribu hingga Rp1 juta dengan cicilan dalam 30 hari. Sedangkan pinjaman jumbo mulai dari Rp1 juta hingga batas kredit limit yang diberikan dengan tenor 3 dan 6 bulan.

Bunga Kredivo cukup rendah, hanya 2,95% saja per bulan. Bunga ini juga berlaku untuk kredit online saat berbelanja di lebih dari 250 e-commerce merchant yang sudah bekerjasama dengan Kredivo.

Kredivo adalah salah satu pinjaman online yang aman karena sudah terdaftar dan mendapatkan izin beroperasi dari Otoritas Jasa Keuangan. Dengan begitu kamu tak perlu khawatir ajukan pinjaman untuk kebutuhan pernikahan sekalipun.